Herpes Genital Pada Wanita dan Bahayanya

0
191
Herpes Genital Pada Wanita
Herpes Genital Pada Wanita | Google Image

Penyakit herpes genital pada wanita terjadi kemungkinan karena anatomi tubuh wanita lebih sulit untuk di kontrol dibanding pada pria. Di negara-negara maju persentase wanita lebih banyak dibanding pria yang menderita penyakit herpes genitalis. Sedangkan pria perbadingannya 1:5 yang terkena herpes genitalis. Herpes Genitalis merupakan penyakit infeksi menular seksual sehingga diharapkan wanita untuk mengetahui dan menjaga kebersihan agar penyakit herpes pada wanita dapat dicegah.

Wanita lebih rentan untuk menderita penyakit ini dibanding dengan pria, gejalanya pun lebih menyakitkan dan lebih sulit diobati. Banyak wanita yang khawatir penyakit ini akan menular pada anak-anaknya ketika mereka melahirkan.

Herpes Genital adalah salah satu jenis penyakit kelamin yang bisa terjadi pada wanita maupun pria. Penyakit ini masuk kategori penyakit infeksi menular seksual karena penularannya melalui hubungan seksual. Herpes Genital bisa diketahui dengan gejala yang muncul berupa luka melepuh kemerahan disekitar area kelamin dan terasa sakit dan nyeri.

Penyebab Herpes Genital Pada Wanita

Virus herpes simpleks atau biasa disebut HSV merupakan penyebab utama dari penyakit ini. Virus ini menularkan dan masuk ke dalam tubuh melalui membran mukosa dalam tubuh seperti kulit, mulut dan kelamin. Virus ini biasanya suka menempel pada manusia dan dapat aktif lagi kapan saja dia mau. Gejala herpes genital akan muncul ketika virus ini aktif lagi. Virus ini akan kembali lagi empat sampai lima kali sejak dua tahun terinfeksi.

Virus Herpes Simplex mempunyai dua tipe, yaitu tipe pertama dan tipe kedua. HSV tipe kedua merupakan mayoritas penyebab penyakit herp genitalis, walaupun kadang tipe satu juga merupkan penyebabnya. Penularan virus ini terjadi melalui kontak langsung dengan penderitanya. Terkadang penyakit herpes tidak memunculkan gejala secara spesifik, namun orang yang terinfeksi masih bisa menularkan virusnya. Sekitar 80% orang yang menderita herpes tidak sadar kalo mereka telah terinfeksi karena gejalanya yang ringan dan cenderung tidak terlihat.

Virus ini penyebarananya dengan cara kontak langsung dengan orang yang terinfeksi oleh HSV. Meski orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala apapun hal ini tetep bisa terjadi. Virus ini menyebar melewati bagian lembab dari dinding kulit kelamin, anus dan mulut. Selain itu virus ini juga dapat menyebar di sekitar mata, mulut dan bagian tubuh lain.

Ketika pertahanan tubuh menurun virus HSV dapat aktif kembali. Hal ini bisa disebabkan karena penderita mengalami stress, infeksi, kemoterapi sebagai langkah pengobatan atau terkena virus HIV. Selain itu virus HSV akan kembali aktif juga jika anda mengkonsumi alkohol secara berlebihan.

Gejala Herpes Genital Pada Wanita

Bagi orang yang baru mengalami terinfeksi herpes kadang tidak menyadari adanya gejala herpes, karena virus HSV diawal menginfeksi tidak menimbulkan gejala yang menonjol, akibatnya mereka tidak menyadari kalau sudah terkena infeksi virus herpes. Berikut beberapa gejala herpes yang mudah dikenali:

  • Memiliki luka yang terlihat kemerahan, terbuka, tanpa disertai rasa gatal, sakit atau geli.
  • Merasakan gatal, sakit, atau geli pada area anal atau genital.
  • Mempunyai Luka yang melepuh.
  • Luka yang melepuh dan terbuka di area rektum, genital, bokong dan paha.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Punggung bawah terasa sakit.
  • Mengalami gejala flu berupa kehilangan nafsu makan, demam dan kelelahan.
  • Pada leher rahim mempunyai luka yang melepuh dan terbuka.
  • Vagina mengeluarkan cairan.

Selama beberapa waktu di dalam tubuh virus HSV bisa menjadi tidak aktif, tapi virus ini dapat kembali aktif dan mengakibatkan munculnya gejala herpes genital. Dengan kata lain setelah menghilangnya gejala infeksi pertama bukan berarti virus sudah menghilang seutuhnya dari tubuh kita. Kemungkinan besar virus tersebut masih berada dalam tubuh cuma tidak aktif saja

Untuk melawan infeksi tubuh akan menghasilkan antibodi ketika pertama terinfeksi. Hal ini menyebabkan tubuh dapat menyusun kekuatan yang dibutuhkan untuk melawan HSV secara lebih efektif karena tubuh sudah mengenali virus yang akan menyerangnya. Itulah sebabnya gejala yang muncul kembali setelah infeksi pertama tidak terlalu parah. Gejala perlahan akan hilang dan frekuensinya juga akan berkurang.

Komplikasi Herpes Genital Pada Wanita

Jika tidak segera diobati penyakit herpes genital dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, komplikasi tersebut diantaranya, inflamasi, penyakit infeksi menular seksual, gangguan pada kandung kemih dan infeksi pada bayi. Berikut penjelasan masing-masing komplikasi:

Infeksi Menular Seksual Lainnya

Jika berhubungan seksual tanpa pengaman penderita herpes genital beresiko lebih tinggi untuk tertular dan menularkan penyakit seksual lainnya karena lukanya yang terbuka. HIV/AIDS merupakan penularan paling parah.

Peradangan atau Inflamasi

Peradangan di saluran kemih bisa terjadi pada beberapa kasus herpes genital. Selama beberapa hari pembengkakan yang terjadi bisa menutup jalur uretra. untuk menyedot isi kandung kemih dalam kasus ini perlu menggunakan kateter. Pada bagian rektal bisa juga terjadi peradangan. peradangan ini sering terjadi pada pria yang menyukai sesama jenis. Jika terus dibiarkan virus HSV juga dapat mengakibatkan radang pada selaput otak atau meningitis.

Pada Masa Kehamilan

Penyakit herpes genital pada wanita juga dapat mengganggu seseorang yang sedang mengalami kehamilan. Bayi yang baru lahir dapat tertular virus ini melalui proses persalinan, namun jika infeksi terjadi sebelum mengalami kehamilan kecil kemungkinan bayi tertular infeksi ini.

DI beberapa bulan masa kehamilan banyak antibodi yang dikeluarkan oleh sang ibu untuk melindungi bayi dari macam-macam mikroorganisme termasuk HSV. Antibodi dapat melindungi bayi waktu melahirkan sampai beberapa bulan setelahnya.

Jika andan pada awal 3-6 bulan masa kehamilan mengalami infeksi pertama maka bayi beresiko lebih tinggi tertular infeksi ini begitu juga dengan keguguran. Virus HSV dapat menular pada saat proses persalinan jika infeksi pertama terjadi pada usia kehamilan diatas 6bulan. Ini dikarenakan sebelum bayi dilahirkan sang ibu memerlukan waktu untuk menghasilkan antibodi. operasi caesar sangat diperlukan untuk menghindari terinfeksinya bayi karena persalinan normal dapat meningkatkan 40% lebih tinggi tertularnya infeksi ini pada bayi.

Infeksi Pada Bayi Dalam Proses Persalinan

Infeksi HSV pada bayi yang terjadi pada saat proses persalinan akan sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian, kondisi ini dinamakan neonatal herpes. Herpes yang terjadi pada saat persalinan ini dapat mengakibatkan organ tubuh mengalami kelainan seperti pada mulutu, mata, dan kulit. Selain itu sistem saraf dan otak juga dapat menjadi terganggu akibat dari infeks ini. Berbagai organ pada tubuh lainnya seperti hati, paru-paru juga dapat terserang bahkan bisa mengakibatkan kematian jika neonatal herpes sudah parah.

Jika anda memerlukan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis pada dokter kami dengan cara klik tombol konsultasi Telp / WA / SMS pada web. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis pasien terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Klinik Pandawa adalah salah satu klinik spesialis kulit dan kelamin terbaik di Jakarta yang menangani masalah penyakit Andrologi, Ginekologi, Bedah minor, Kulit dan Kelamin. Silahkan konsultasi GRATIS dengan menghubungi nomor 081386357761.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here