Kutil Kelamin

Tidak Bisa Dianggap Sepele, Kutil Kelamin Membahayakan Wanita

Selain muncul di permukaan tubuh, kutil juga terjadi pada kelamin seseorang. Kutil kelamin atau yang disebut dengan Kondolima Akunimata merupakan suatu jenis penyakit kelamin yang ditandai dengan munculnya beberapa benjolan menyerupai kutil atau daging tumbuh pada area kelamin. Mengapa kutil bisa tumbuh?

Sebagian orang memiliki kutil di permukaan tubuhnya yang kadang terasa gatal dan sakit jika disentuh. Kutil terjadi akibat virus HPV atau human papilloma virus yang menyebabkan kelainan pada lapisan kulit, sehingga memproduksi keratin lebih banyak dari yang dibutuhkan. Kelebihan keratin kulit ini akan menumpuk di permukaan kulit, lalu terbentuk tekstur kulit baru yang disebut dengan kutil.

Pada perempuan, kutil kelamin bisa terjadi di paha bagian atas, vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus, saluran anus, dan leher rahim. Sebagai area yang lembap dan mudah basah, bagian kelamin menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi virus tersebut hidup. Terlebih, jika seorang mempunyai kelenjar keringat yang banyak di bagian vital.

Sama seperti kutil di permukaan tubuh, kutil kelamin juga disebabkan oleh virus HPV atau human papilloma virus yang juga dapat menyebabkan kanker pada kelamin.

Berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian lain, kutil kelamin termasuk infeksi yang menular. Penyakit kelamin wanita ini juga cukup berbahaya dan dapat mengancam jiwa penderitanya.

Penyebab Kutil Kelamin

Kutil Kelamin

Penyakit kutil kelamin disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Sekitar 90% kasus penyakit tersebut disebabkan oleh HPV tipe 6 dan tipe 11. Setelah masuk ke dalam tubuh, virus HPV akan berdiam di dalam sel untuk memperbanyak diri. Kemudian, virus akan keluar dari sel inang dan menyerang sel lain yang sehat.

Virus HPV hanya bisa ditularkan melalui kontak kulit dengan kulit ketika melakukan hubungan intim, seks anal, seks oral, atau berbagi alat bantu seks (sex toys).

Baca juga: Fakta Dan Definisi Bahaya Penyakit Kutil Kelamin

Bahkan pada sebagian kasus, penyakit ini juga bisa menular ketika tangan seorang yang terinfeksi menyentuh area genitalnya sendiri, kemudian menyentuh area genital pasangannya. Seorang anak juga dapat terkena penyakit ini dari seorang ibu yang terinfeksi saat proses persalinan.

Selain itu, ada beberapa kondisi fisik yang juga bisa menjadi penyebab kutil kelamin, yaitu:

  • Kencing manis atau diabetes melitus
  • Stres yang menyebabkan banyak berkeringat
  • Memiliki sistem imun yang lemah, misalnya pada penderita HIV/AIDS, sehingga mudah terserang virus

Ciri dan Gejala

Gejala awal penyakit menular ini memang tidak mudah terdeteksi. Hal itu dikarenakan ketika seseorang baru terjangkit Virus Papilloma, tidak akan terlihat perbedaan pada tubuh si penderita. Setelah muncul benjolan pada area kelamin, penyakit ini barulah mulai bisa dideteksi.

Ciri dan gejala kutil kelamin lainnya adalah:

  • Bengkak kecil di daerah genital
  • Beberapa kutil jaraknya berdekatan menyerupai bentuk kembang kol
  • Rasa gatal atau rasa tidak nyaman di daerah genital
  • Muncul pendarahan pada saat berhubungan seksual
  • Kutil juga bisa muncul di mulut atau tenggorokan yang biasanya disebabkan karena oral seks

Bahaya Kutil Kelamin

Kutil Kelamin

Penderita kutil kelamin dapat memiliki beragam komplikasi penyakit berbahaya lainnya yang dapat mengancam jiwa, salah satunya kanker serviks. Kanker serviks erat dikaitkan dengan infeksi HPV genital. Beberapa jenis HPV juga berhubungan dengan kanker vulva, kanker anus, serta kanker mulut dan tenggorokan

Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan masalah selama kehamilan. Ketika kutil membesar, ibu hamil akan kesulitan dalam buang air kecil. Tak hanya itu, kutil pada dinding vagina juga akan mengurangi kemampuan jaringan untuk merenggang saat proses melahirkan.  Sementara, kutil besar pada vulva dapat menyebabkan pendarahan saat proses mengejan.

Cara Mengobati Kutil Kelamin

Kutil Kelamin

Kutil di permukaan tubuh lain dapat terlihat karena berbentuk benjolan yang dapat dirasakan penderitanya. Namun, banyak yang tidak mengetahui telah terserang kutil kelamin karena letaknya yang berada di area dalam dan sulit disentuh. Selain dari gejala dan ciri yang Anda rasakan, Anda akan menjalani tes untuk mengetahui diagnosa kutil yang Anda derita, seperti:

  • Pap Smear
  • Kolposkopi
  • Tes HPV-DNA

Jika Anda terbukti terinfeksi, cara mengobati kutil kelamin bisa dengan mengaplikasikan obat oles ke bagian yang terkena kutil kelamin. Jenis obat olesnya pun beragam, mulai dari yang berbentuk krim, gel, hingga cairan. Obat untuk pengobatan kutil kelamin ada yang bisa dioleskan sendiri di rumah ada pula yang membutuhkan bantuan tenaga medis di klinik atau rumah sakit.

Baca juga: Awas Penyakit Kencing Nanah!!! Bisa Menjangkiti Bayi Hingga Orang Dewasa

Namun jika kutil yang Anda miliki sudah berukuran besar dan tidak merespon obat oles yang direkomendasikan, tindakan operasi harus dilakukan untuk mencegah kulit semakin berkembang dan membahayakan kesehatan. Beberapa Teknik operasi yang bisa dilakukan:

  • Cryotherapy

Teknik ini dilakukan dengan cara membekukan kutil menggunakan cairan nitrogen. Namun, Anda harus melakukan operasi ini berulang kali hingga kutil hilang dan digantikan dengan kulit baru. Selama proses pengobatan, Anda disarankan untuk menghindari hubungan seksual.

  • Eksisi Bedah

Anda akan dianestesi lokal atau umum karena dokter akan melakukan proses bedah pada kutil Anda. Dokter akan memotong kutil Anda menggunakan alat khusus dan menjahit lukanya pada kulit yang terinfeksi. Metode ini hanya dilakukan pada kutil yang berkelompok dalam skala kecil.

  • Elektrokauter

Pada metode ini, kutil Anda akan dibakar menggunakan arus listrik. Jadi, Anda mungkin akan sedikit merasakan sakit dan bengkak setelah operasi ini selesai. Prosedur ini digunakan untuk menghilangkan kutil di bagian vulva atau anus.

  • Laser

Sama seperti metode Elektrokauter, kutil Anda juga akan dibakar dengan menggunakan laser. Laser digunakan untuk kutil yang ukurannya besar dan sulit dijangkau, misalnya di dalam anus atau uretra (saluran kemih). Laser biasanya menjadi pilihan terakhir jika berbagai metode yang sudah disebutkan di atas tidak bekerja.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Online Gratis