Ladies, Kencangkan Vagina dengan Operasi Vaginoplasty

Setiap wanita yang telah menikah pasti ingin mengencangkan vagina agar memiliki Miss V yang ‘rapet’ untuk menyenangkan pasangannya. Namun, sudah menjadi kodrat wanita pula untuk mengandung dan melahirkan. Cara melahirkan pun kian beragam, mulai dari operasi caesar, hingga persalinan di dalam air atau yang biasa dikenal dengan sebutan ‘water birth’.

Akan tetapi, maraknya teknik melahirkan tersebut tidak mengurangi minat ibu hamil untuk melahirkan secara normal. Cara ini disebut lebih ekonomis karena biaya yang diperlukan tidak terlalu mahal dan prosesnya termasuk cepat.

Meski demikian, sebagian besar wanita yang menjalani proses persalinan secara normal sering mengalami kelonggaran pada vagina. Longgarnya vagina disebabkan oleh peregangan yang begitu hebat saat melahirkan.

Walau merupakan salah satu organ tubuh yang cukup fleksibel, vagina yang dikelilingi oleh sekelompok otot akan mengendur juga, khususnya otot dasar panggul. Otot dasar panggul akan kehilangan kekuatan setiap kali kelahiran sukses. Akibatnya, vagina akan terasa lebih longgar, lemas, dan lunak. Efek ini umumnya lebih kentara ketika proses kelahiran bayi dengan bobot yang cukup besar.

Meski sudah dijahit dengan menggunakan benang khusus pasca melahirkan, wanita kerap kehilangan rasa percaya diri, terlebih saat berada di ranjang bersama pasangan mereka. Vagina yang terasa longgar bisa saja membuat pasangan tidak puas yang berakibat pada berkurangnya ketertarikan pasangan pada Anda.

Oleh karena itu, banyak wanita yang ingin kembali merapatkan vagina pasca melahirkan. Salah satunya dengan teknik Vaginoplasty. Tindakan medis ini adalah operasi pengencangan vagina wanita setelah melahirkan melalui proses normal.

Apa Itu Vaginoplasty?

Vaginoplasty merupakan tindakan bedah medis dalam upaya merapatkan kembali vagina yang longgar pasca melahirkan secara normal. Operasi peremajaan vagina ini tidak hanya untuk wanita yang baru saja menjalani persalinan secara normal, tapi bisa juga dilakukan untuk memperbaiki cacat pada vagina.

Baca juga: Vagina Longgar Pasca Melahirkan ? Apakah Bisa Rapet Kembali?

Kelainan pada vagina bisa jadi muncul dari kelainan bawaan (kongenital). Selain itu, proses penuaan (aging) juga memengaruhi kekencangan vagina, seperti turunnya kandungan, kantong kemih atau usus besar, dan anus. Penyakit ganas atau infeksi yang pernah Anda derita juga menjadi faktor pada longgarnya vagina.  Bahkan, proses pengubahan kelamin (transgender) turut memiliki andil dalam elastisitas vagina.

Siapa yang Perlu Menjalani Vaginoplasty?

Mengencangkan Vagina

Secara general, Vaginoplasty bermanfaat untuk kebutuhan perempuan yang memang memiliki beragam kelainan di organ intimnya, seperti:

  • Pasca melahirkan secara normal
  • Munculnya pertumbuhan ganas atau abses pada vagina
  • Gangguan secara genetik yang memengaruhi vagina, uretra, atau rectum
  • Prolaps uterin atau turunnya kandung kemih ke vagina
  • Prolaps vagina
  • Adanya Rektum yang menonjol ke vagina
  • Terjadinya trauma pada area kelamin sehingga memengaruhi strukturnya. Prosedur ini dilakukan apabila memang dibutuhkan untuk penggantian kelamin.

Tujuan Operasi Vaginoplasty

Mengencangkan Vagina

Setiap tindakan operasi dalam dunia medis tentu memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing. Tujuan operasi Vaginoplasty pada wanita yang pasti untuk merapatkan kembali vagina yang terasa longgar akibat melahirkan secara normal atau kejadian tertentu.

Baca juga: Vaginoplasty, Bikin Vagina Remaja Lagi

Namun, banyak wanita yang melakukan operasi Vaginoplasty memiliki satu tujuan, yakni untuk merangsang aktivitas seksual bersama pasangan. Dengan sempitnya vagina, kepekaan wanita terhadap penetrasi pun akan semakin terasa. Sebaliknya, vagina yang longgar akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual, termasuk pada pasangannya.

Manfaat Vaginoplasty

Tak banyak wanita yang menganggap perlu untuk melakukan operasi pengencangan vagina, namun tidak demikian dengan wanita yang telah melahirkan secara normal. Mereka yang vaginanya sudah terasa longgar, memiliki keresahan tersendiri mengenai aktivitas di ranjang bersama pasangan.

Untuk itu, bagi wanita yang telah mengalami vagina yang tidak lagi kencang sebaiknya mengetahui manfaat Vaginoplasty, sebagai berikut:

  • Mengencangkan vagina yang terasa longgar agar ‘rapet’ kembali
  • Merapatkan vagina untuk wanita pasca melahirkan secara normal
  • Meremajakan vagina wanita yang masuk dalam proses penuaan (aging)
  • Meningkatkan aktivitas di ranjang bersama pasangan
  • Memuaskan pasangan dalam hubungan seksual
  • Memperbaiki vagina akibat kelainan bawaan (kongenital)
  • Membantu pasien dengan penyakit ganas untuk mengencangkan kembali vagina yang longgar
  • Memperbaiki struktur vagina bagi pasien transgender atau yang telah menjalani operasi penggantian kelamin

Prosedur Vaginoplasty

Mengencangkan Vagina

Vaginoplasty bertujuan untuk mengencangkan otot vagina yang kendur. Adapun prosedur Vaginoplasty dilakukan melalui pengangkatan jaringan atau mencangkok jaringan dari bagian tubuh lainnya. Operasi ini dilakukan dengan cara membuang jaringan berlebih dan merapatkan jaringan penyokong serta otot dinding vagina, perineum, serta dasar panggul.

Namun, berdasarkan cara dan metodenya beragam. Sesuai dengan tujuan dan hasil yang akan dicapai. Terdapat tiga metode dalam Vaginoplasty, antara lain:

  1. Metode bedah McIndoe

Bedah McIndoe akan merekonstruksi kanal dari kandung kemih ke uretra, lalu ke pelvis dan bagian rektum. Metode ini dilakukan melalui pencangkokkan kulit yang diambil dari bagian tubuh lain, seperti paha atau bokong.

  1. Metode Vecchietti

Vecchietti merupakan teknik bedah laparoskopi modern yang akan membentuk vagina lebih rapat dan kedalamannya seperti vagina wanita yang masih perawan.

  1. Metode Wilson

Teknik inversi penile ini dilakukan pada kasus yang membutuhkan rekonstruksi vagina.

Sebelum dilakukannya salah satu teknik Vaginoplasty di atas, pasien akan terlebih dahulu dicek secara keseluruhan, mulai dari kondisi umum pasien, seperti usia, riwayat penyakit yang pernah diderita, hingga kondisi tertentu, seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Pasien kemudian akan diperiksa secara menyeluruh oleh dokter bedah plastik atau dokter kandungan untuk dipertimbangkan apakah pasien tersebut layak untuk melakukan teknik Vaginoplasty atau tidak. Apabila yang bersangkutan memenuhi syarat untuk dilakukannya operasi Vaginoplasty, maka pasien akan menjalani sejumlah rangkaian tindakan. Dalam operasi ini, sebuah alat akan dimasukkan ke dalam organ wanita untuk memanaskan jaringan vagina.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Online Gratis