penyebab benjolan vagina yang membahayakan

Penyebab Benjolan Vagina yang Membahayakan

Vagina adalah organ tubuh yang paling sensitif. Beragam bakteri dan virus dapat mengganggu kesehatan vagina. Jika vagina sudah mengalami gangguan, maka akan memengaruhi kesuburan wanita. Salah satu yang patut diwaspadai adalah munculnya benjolan vagina.

Benjolan pada vagina tentu sangat mengganggu aktivitas. Bahkan banyak wanita yang risau dengan kemunculan benjolan tersebut. Pasalnya, banyak penyakit serius yang dapat terjadi akibat daging yang tumbuh berlebih di area kewanitaan itu.

Meski kadang tak menimbulkan rasa nyeri, benjolan pada vagina sebaiknya segera diobati. Apalagi, terkadang benjolan tersebut tak mudah dideteksi dengan mata telanjang. Diperlukan dukungan alat medis untuk mendiagnosa lokasi benjolan dan penyebab benjolan pada vagina.

Penyebab benjolan pada vagina pun banyak ragamnya. Beberapa penyebab benjolan, di antaranya sumbatan kelenjar, infeksi, kongenital atau tumor, dan kista. Simak penyebab benjolan vagina yang perlu Anda waspadai.

Penyebab Benjolan Vagina

penyebab benjolan vagina
Benjolan yang paling sering terjadi pada organ intim wanita yaitu kista Bartholinitis.
  1. Kista Bartholinitis

Benjolan yang paling sering terjadi pada organ intim wanita yaitu kista Bartholinitis. Bartholinitis adalah kondisi peradangan pada kelenjar bartolin yang disebabkan oleh infeksi.

Penyakit ini ditandai dengan adanya benjolan pada area kelenjar bartolin yang normalnya tidak teraba. Penyakit kista pada wanita akan terbentuk jika kelenjar Bartholin tersumbat.

Kelenjar Bartholin sendiri merupakan struktur normal yang terletak pada setiap sisi dinding bibir vagina.  Kelenjar ini berfungsi mensekresi cairan untuk membantu melumasi vagina.

Setiap wanita di segala usia rentan mengidap kista Bartholin. Meski wanita berusia 20-29 tahun lah yang memiliki risiko lebih tinggi.

Penyebab kista Bartholinitis adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis. Tak heran, penyakit ini sering dikaitkan dengan infeksi menular seksual. Namun, bakteri lainnya seperti Escherichia coli yang sering menjadi penyebab diare dan keracunan makanan juga diduga dapat menyebabkan penyakit ini.

Bakteri-bakteri tersebut berkembang akibat penyumbatan pada kelenjar Bartholin. Kelenjar Bartholin akan mengeluarkan cairan yang mengalir melewati saluran langsung menuju vagina. Ketika tersumbat, saluran itu akan menampung kelebihan cairan dan berkembang menjadi kista.

Saat berhubungan intim, Kista Bartholin akan semakin membesar karena adanya penambahan cairan yang diproduksi kelenjar Bartholin saat terjadi hubungan seksual.

2. Herpes Genital

Herpes Genital adalah penyakit yang ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin dan anus. Namun, tidak menutup kemungkinan area mulut juga bisa terserang virus ini.

Terdapat dua jenis virus Herpes Simplex, yakni Herpes tipe 1 dan Herpes tipe 2. Herpes tipe 1 atau yang disebut juga dengan HSV 1 atau Herpes oral, menyebabkan bentol berair (lenting) di sekitar mulut dan bibir. Meski Herpes Genital dapat disebabkan oleh HSV 1, namun umumnya Herpes Genital disebabkan virus Herpes lain, yaitu Herpes Simplex tipe 2 (atau HSV 2).

Baca juga: Apa Saja Penyebab Nyeri Vagina?

Virus ini dapat menular melalui sentuhan atau kontak langsung, seperti hubungan seksual, seks oral. Penyakit ini juga dapat menyebar kepada bayi di dalam kandungan. Herpes Genital pada ibu hamil akan menular ke bayinya.

Jika sudah terinfeksi, virus akan tinggal di dalam tubuh dalam keadaan dorman (berhenti tumbuh sementara waktu) dan dapat aktif kembali beberapa kali dalam setahun.

3. Kutil kelamin

Kutil kelamin atau yang disebut dengan Kondolima Akunimata merupakan suatu jenis penyakit kelamin yang ditandai dengan munculnya beberapa benjolan menyerupai kutil atau daging tumbuh pada area kelamin.

Kutil terjadi akibat virus HPV atau human papilloma virus yang menyebabkan kelainan pada lapisan kulit, sehingga memproduksi keratin lebih banyak dari yang dibutuhkan. Kelebihan keratin kulit ini akan menumpuk di permukaan kulit, lalu terbentuk tekstur kulit baru yang disebut dengan kutil.

Pada perempuan, kutil kelamin bisa terjadi di paha bagian atas, vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus, saluran anus, dan leher rahim. Sebagai area yang lembap dan mudah basah, bagian kelamin menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi virus tersebut hidup. Terlebih, jika seorang mempunyai kelenjar keringat yang banyak di bagian vital.

Sama seperti kutil di permukaan tubuh, kutil kelamin juga disebabkan oleh virus HPV atau human papilloma virus yang juga dapat menyebabkan kanker pada kelamin.

Berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian lain, kutil kelamin termasuk infeksi yang menular. Virus ini melalui kontak kulit dengan kulit ketika melakukan hubungan intim, seks anal, seks oral, atau berbagi alat bantu seks (sex toys).

Bahkan pada sebagian kasus, penyakit ini juga bisa menular ketika tangan seorang yang terinfeksi menyentuh area genitalnya sendiri, kemudian menyentuh area genital pasangannya. Seorang anak juga dapat terkena penyakit ini dari seorang ibu yang terinfeksi saat proses persalinan.

Pengobatan Benjolan Vagina

pengobatan benjolan vagina
Segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasakan gangguan pada area kewanitaan.

Mengingat penyebab benjolan vagina yang beragam, tentu akan sulit untuk menentukan diagnosanya tanpa bantuan tenaga medis. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasakan gangguan pada area kewanitaan Anda.

Baca juga: Mengenal Penyakit Candidiasis: Penyebab dan Gejala

Meski benjolan atau kista vagina memang tidak membutuhkan pengobatan dan akan menghilang dengan sendirinya, akan tetapi obat dan perawatan lainnya bisa digunakan untuk membantu mempercepat dan menghilangkan kista yang cenderung berbahaya.

Dengan bantuan dokter, Anda akan mendapatkan penanganan intensif untuk menyembuhkan kelainan yang terjadi di organ vital Anda. Selain itu, langkah ini dilakukan agar bakteri atau virus yang menyebabkan benjolan pada vagina tidak semakin berkembang dan menimbulkan beragam komplikasi penyakit yang dapat membahayakan kesehatan Anda di kemusian hari.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Online Gratis